Badman Bidin
Lucu sih enggak, ada orang yang hobi menolong tapi malah enggak disukai?
Sore itu Sofyan seperti biasa merapikan halaman mushala. Maghrib masih setengah jam lagi, tapi membantu merapikan mushala yang tidak memiliki marbot sejak diresmikan ini memang sudah menjadi kebiasaan perjaka tambun ikal itu.
Sofyan asyik memunguti sampah plastik bekas makanan anak anak ketika terdengar suara salam menggelegar. Suara salam yang sudah tidak asing dikupingnya.
"Asaalamualaikuuum...!"
"Eh, wa'alikumussalaam...," jawab Sofyan sembari menoleh kearah sosok kurus yang sore itu bersarung. Tapi sarungnya enggak dipake kayak orang mau shalat, melainkan diikat dileher, jadi kayak superhero.
"Sore, nih, ngeganggu?" Ujar cowok itu lagi
"Oh, enggak," ujar Sofyan kepada cowok yang kira kita berumur 20-an itu.
"Bang Iyan, aye azan, ye!" Pintanya.
"Yaaa.... b-belum masuk waktunya, setengah jam lagi, nih. T-tapi biar deh, Din, yang azan s-saya aja...," kata sofyan hati hati bicara kepada lelaki yang kerap dipanggil Bidin oleh orang orang kampung itu. Biar enggak tersinggung.
Dan betul, si Bidin kelihatan kecewa, tapi sedetik kemuduan ceria lagi. "Eh, kalo gitu bantuin Bang Iyan aja deh!"
"Nah, boleh. Tuh, ada kain pel!" teriak Sofyan menunjuk ke kain pel dalam ember berisi setangah air. "Bantun bersih bersih mushala dapat pahala, lho!"
"Iya, Bidin tau!" teriaknya girang.
"Eh, ngomong ngomong kok elo pake sarungny kayak bgitu, sih?" tanya Sofyan yang asli kelahiran Kampung Bali itu, coba bercengkerama bersama bidin.
"Ya, senua jagoan di pelem pelem emang banyak kayak begini, Bang Iyan," kata Bidin yang sebetulnya yang lebih tua dua tahun dari Sofyan, tapi memanggil Sofyan dengan sebutan "abang". "Contohnya aje Supermen ama Batman! Aye kan pengun bangit jadi jagoan yang bisa menolong setiap orang!"
"Jadi elo tuh pengin banget jadi jagoan?" pancing Sofyan lagi.
Bidin menggangguk angguk senang sembari melangkah mengambil kain pel.
"Eh, Bang Iyan, tahu enggak kenapa Superman bisa terbang?" tanya Bidin tiba tiba.
"Wah, saya enggak tau. Emang bidin tau?"
"Tau!" jawab bidin, yakin. "Soalnya dia dari kecil emang bisa terbang!"
Sofyan mau ketawa, tapi ditahan. Bidin suka ngasih tebak tebakan tapi jawabannya seenaknya aja.
Beda sama Sudiyanto, sutradara sunetron yang sering mengajarkan Sofyan Berakting, betul betul kolektor tebakan. Dia juga punya tebakan tentang superman. Katanya, "Tau gak kenapa Superman kalo terbang tangan kanannya selalu menunjuk kedepan?"
Mau tau jawabannya, "Soalnya tangan kirinya sibuk memindahkan gigi kesatu, kedua dan seterusnya!"
Hihi, Sofyan sampai ngikik.
"Terus kenapa Supermen bisa terbang?" Tanya mas sudiyanto lagu yang sekarang lagi diyan bikin sinetron penyegran rohani. Sofyan waktu itu menggeleng dan Sofyan yakin kali ini jawabannya enggak asal seperti tebakan si Bidin. Jawabannya adalah, "Kalo bisa nyopit namnha sopir...man!"
Hihi, lagi lagi Sofyan enggak bisa naham senyum.
Sambil mengingat ingat aneka tebakan, Sofyan terus mengamati ulah si Bidin yang mengambil kain pel dari ember. Sofyan agak khawatir, "Ah, tapi kalo ngepel doang sih enggak apa apa kali."
Selanjutnya cowok yang baru keluar SMA dan suka ikutan figuran sinetron di tivi itu melanjutkan pekerjaan merapikan halaman depan mushala. Di sana banyak sampah sampah kecil. Sementara Bidin mengepel bagian dalam mushala. Sebetulnya bagian itu juga sudah dikerjakan oleh Sofyan. Tapi ya, enggak enak kan menolak kebaikan sesorang?
Mau tau kelanjutan nya? "Part2?"
Esok nanti dikabarin.
Info?
Line : ounydyfirdaus
Bbm: 54882840
Terima Kasih😘😘